Rabu, 09 April 2014

SOFTSKILL JOB VACANCY






JOB PURPOSE:  To provide accounting and financial management support to the Head of Programme Finance, theme teams and the department. To ensure the provision of accurate and timely financial information through management of time, staff and resources.
REPORTING LINES: Post holder reports to: Head of Programme Finance
Staff reporting to this post:  Humanitarian Finance Accountant
BUDGET RESPONSIBILITY:  Limited responsibility for Departmental budgets. £10,000 sign-off limit.
DIMENSIONS:
1.        Manages small team and resources to achieve defined areas of responsibility
2.        Controls day-to-day processing, problem solving, fund and budget monitoring
3.        Interpretation of financial information/reports and giving advice at a detailed level to team leaders/Department managers and Director
4.        Contributing to targets, procedures and strategy within the team, Humanitarian Department and International Division
5.        Leadership on key responsibility areas within the Department
6.        Project work as assigned by Head of Programme Finance
7.        Influences and coaches managers to work differently / adopt new or reviewed procedures. Provision of training on finance systems
8.        Manages own and team’s time to achieve departmental objectives and financial deadlines. Produces and updates team’s objectives/procedures

KEY RESPONSIBILITIES:
  Finance Management
·         Responsible for all day-to-day financial activities and requirements of the humanitarian department including budgeting, reporting, coordinating year-end activities, sign-off responsibilities and the training of non-finance managers;
·         Produce all reports required by internal customers and ID (incl. Reports on appeals, cat funds, HSP costs, project costs for HDMT etc) in an accurate and timely fashion
·         To manage the risk register and oversee year-end process
·         To analyse historic funds and spend, and to raise concerns and suggest solutions where applicable;
·         To monitor and regularly update signing authority limits for the whole department;

Operational Finance
·         To ensure budget holders receive an excellent service from the HD finance team; i.e. accurate, timely, pro-active and high quality customer service
·         To monitor and provide analytical data / reports on real-time funds and spend within the department, advising budget holders on solutions to problems where applicable;
·         Coordinate with Humanitarian Desk Officers to ensure follow up with regions and other external customers on funds;
·         Monitor and post journals prepared by Humanitarian Finance Accountant.
·         Set up team systems, guidelines, and ways of working to ensure all customers are guaranteed a continued high quality service

Funding
·         Responsible for the regular production of fund analysis materials for all stakeholders;
·         Focus point for providing advice and support to budget holders on restricted proposals, budgets and preparation of external financial reports to donors;
·         Manage and communicate on the allocation of light restricted and unwrapped funding across all Regions
·         Working closely with the Emergencies Marketing Manager to ensure accuracy in the financial management of Oxfam’s Appeals
·         Responsible for the management of the departments donor contracts within CRIMSON, as well as the set up and management of all project budgets within OPAL

General Management
·         Line Management of Humanitarian Finance Accountant.
·         Production and updating of team’s objectives/procedures
·         Provide cover for Head of Programme Finance and Humanitarian Finance Accountant as required

Possible travel to Oxfam programmes for short periods (two to three weeks at a time) to assist with humanitarian programme.
SKILLS AND COMPETENCE:
Essential
1.        Part-qualified or equivalent accountancy experience.
2.        Proven people and resource management skills and responsibilities at a departmental/team level.
3.        Proven experience of leadership at a departmental/team level
4.        Meets deadlines with minimum supervision.
5.        High level of numeracy and initiative.
6.        Excellent communication and interpersonal skills.
7.        Develops and coaches team and departmental staff.
8.        Shows evidence of high level of planning skills.
9.        Responsible, flexible, adaptable and ability to prioritise effectively.
10.     Good team player and builder.
11.     A high level of computer literacy, particularly in Excel and accounting software.
12.     Understanding of and commitment to incorporating gender and cultural sensitivity into this role
13.     Willingness and ability to travel overseas for occasional support visits of two to three weeks should this be necessary.

Desirable
1.        Interest in humanitarian work.
2.        Knowledge of Oxfam’s financial functions particularly PeopleSoft.
3.        Good understanding of Oxfam’s financial and programme approval systems
4.        Experience in the design and delivery of training

 For more information and to apply, visit jobs.oxfam.org.uk quoting reference FIN0038.








Jakarta, April 12, 2014

OXFAM Corp
Human Resources Department
Oxford, Oxfordshire

Dear Sir,
I know that OXFAM Corp. is one of the biggest company, and I am sure it would be an excellent career opportunity to join in and work for this respective company.
I would like to apply for finance management and operational finance position in your company. I am in good health, willing to work, fast learning, and work well with others. Also, I have good communication skill and speak English fluently both oral and written.
I was graduated from Gunadarma University, Accounting, faculty of economics in March 2014 . I would greatly appreciate an opportunity to convince you that my services would be an asset to your company. I assure you that a high level of efficiency would be applied to any assignment given to me.
 I hope my qualifications and experiences merit to your consideration.
Thank you for kind attention, and I am looking forward to your reply.

Yours Faithfully,


Noni Rosalia P.

Selasa, 07 Januari 2014

Dana Daerah Mengendap



JAKARTA, KOMPAS.com - Total anggaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang mengendap pada bank umum nasional pada setiap akhir periode anggaran semakin menggelembung. Per 31 Desember 2013, anggaran daerah yang mengendap mencapai rekor tertinggi, yakni Rp 109 triliun.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Heru Subiyantoro dalam keterangan pers bersama pejabat Kementerian Keuangan lainnya di Jakarta, Senin (6/1), menyatakan, anggaran Rp 109 triliun itu adalah total anggaran belanja daerah tahun 2013 yang tidak terserap sampai 31 Desember 2013. Dana itu tersimpan di berbagai tempat. Di antaranya adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Dana mengendap sebesar Rp 109 triliun itu menjadi rekor. Dibandingkan dana mengendap per akhir tahun 2002 senilai Rp 22,18 triliun, maka nilainya sudah hampir lima kali lipatnya.

Per akhir tahun 2009, dana daerah mengendap mulai menggelembung, yakni Rp 59,81 triliun. Pada dua tahun kemudian, nilainya naik menjadi Rp 80,4 triliun, dengan rincian Rp 13,12 triliun di simpanan berjangka, Rp 45,77 triliun di rekening giro yang bunganya kecil, dan Rp 919 miliar di tabungan. Sementara pada akhir tahun 2012, nilainya mencapai Rp 99,24 triliun.

Menteri Keuangan M Chatib Basri, dalam kesempatan yang sama, menyatakan, pihaknya telah menginstruksikan DJPK untuk mencari formula yang tepat untuk mendorong penyerapan anggaran pemerintah daerah. Formulanya lebih-kurang adalah memberikan sanksi kepada daerah yang minim penyerapan.

Skema yang tengah dikaji, kata Chatib, adalah dengan menunda pencairan dana alokasi khusus (DAK). Persoalannya, nilai DAK jauh lebih kecil daripada dana alokasi umum (DAU).

Karena itu, bisa saja penahanan pencairan DAK menjadi tidak efektif. Sementara DAU yang nilainya besar tidak bisa ditahan pencairannya karena kewajiban pemerintah pusat. ”Jadi, lagi dicari formula yang tepat, termasuk jangan sampai melanggar Undang-Undang Otonomi Daerah. Targetnya, tahun ini bisa diberlakukan,” kata Chatib.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng menyatakan, dana mengendap di daerah disebabkan kurangnya kemampuan birokrasi dalam mengelola anggaran. Alih-alih mengonversinya menjadi program pembangunan, anggaran banyak ditabung di BPD.

BPD pun, kata Endi, umumnya tidak mau repot menyalurkan anggaran tersebut menjadi kredit produktif untuk usaha mikro, kecil, dan menengah. BPD lebih gemar membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan harapan mendapatkan bunga. Bunga ini secara formal akan masuk mata anggaran lain-lain dalam pendapatan asli daerah (PAD).

Di berbagai daerah, hasil bunga tersebut kemungkinan tidak masuk ke PAD, tetapi masuk ke kantong kepala daerah dan kroninya. Dalam modus ini, anggaran sengaja diinvestasikan untuk kepentingan pribadi.

”Singkatnya, ini adalah cara malas mengelola uang. Di samping faktor birokrasi yang kurang mampu menyerap anggaran, ada juga faktor pemda yang sengaja ingin mendapatkan PAD tanpa susah-susah. Juga ada kecurigaan sebagai modus untuk keuntungan pribadi. Akhirnya rakyat yang dikorbankan,” kata Endi.

Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Yenny Sucipto berpendapat, sisa anggaran tak terserap di daerah rawan dimanfaatkan untuk pemilihan umum kepala daerah. Setidaknya modus tersebut sudah terungkap di Kabupaten Situbondo. (LAS)
Editor   : Bambang Priyo Jatmiko
Sumber            : KOMPAS CETAK

ANALISIS MASALAH

Dana anggaran daerah yang mengendap setiap tahunnya mengalami peningkatannya  Sekretaris Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Heru Subiyantoro dalam keterangan pers bersama pejabat Kementerian Keuangan lainnya di Jakarta, Senin (6/1), menyatakan, anggaran Rp 109 triliun itu adalah total anggaran belanja daerah tahun 2013 yang tidak terserap sampai 31 Desember 2013. Dana itu tersimpan di berbagai tempat. Di antaranya adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Dana mengendap sebesar Rp 109 triliun itu menjadi rekor. Dibandingkan dana mengendap per akhir tahun 2002 senilai Rp 22,18 triliun, maka nilainya sudah hampir lima kali lipatnya.

Per akhir tahun 2009, dana daerah mengendap mulai menggelembung, yakni Rp 59,81 triliun. Pada dua tahun kemudian, nilainya naik menjadi Rp 80,4 triliun, dengan rincian Rp 13,12 triliun di simpanan berjangka, Rp 45,77 triliun di rekening giro yang bunganya kecil, dan Rp 919 miliar di tabungan. Sementara pada akhir tahun 2012, nilainya mencapai Rp 99,24 triliun.


Diharapkan pemerintah daerah dapat memanfaatkan dana anggaran yang ada dengan lebih bijaksana lagi untuk pembangunan daerah masing – masing, dan peningkatan kualitas kinerja pemerintah daerah .